TENTANG BANTUAN PROGRAM KELUARGA HARAPAN

June 4th, 2008

Posted by admin under sosial
Trackback URI | No Comments »

Penerima bantuan PKH adalah rumahtangga sangat miskin (RTSM) yang memiliki anggota keluarga yang terdiri dari anak usia 0-15 tahun (atau usia 15-18 tahun namun belum menyelesaikan pendidikan dasar) dan/atau ibu hamil/nifas.
PKH memberikan bantuan tunai kepada RTSM dengan mewajibkan RTSM tersebut mengikuti persyaratan yang ditetapkan program, yaitu: (i) menyekolahkan anaknya di satuan pendidikan dan menghadiri kelas minimal 85% hari sekolah/tatap muka dalam sebulan selama tahun ajaran berlangsung, dan (ii) melakukan kunjungan rutin ke fasilitas kesehatan bagi anak usia 0-6 tahun, ibu hamil dan ibu nifas.
Bantuan tunai hanya akan diberikan kepada RTSM yang telah terpilih sebagai peserta PKH dan mengikuti ketentuan yang diatur dalam program.
Untuk mendownloud naskah selengkapnya silahkan klik link dibawah ini

Tentang Bantuan PKH

MEKANISME PROGRAM KELUARGA HARAPAN

June 4th, 2008

Posted by admin under sosial
Trackback URI | No Comments »

Pemilihan daerah merupakan salah satu mekanisme dan prosedur dalam PKH yang dilaksanakan sebelum PKH berjalan di tingkat pelaksanaan operasional. Untuk tahun anggaran 2007 keikutsertaan daerah dilakukan melalui dua tahap, yaitu:
Tahap pertama - pemilihan provinsi yang dilakukan atas dasar kesediaan pemerintah provinsi pada saat Musrenbang tahun 2006. Sebanyak 7 provinsi telah dipilih sebagai daerah uji coba pelaksanaan PKH, yaitu Sumatera Barat, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Nusa Tenggara Timur.
Untuk mendownloud naskah selengkapnya silahkan klik link dibawah ini

Mekanisme PKH

KEPEMIMPINAN ORGANISASI SOSIAL

June 4th, 2008

Posted by admin under sosial
Trackback URI | No Comments »

Persoalan kepemimpinan selalu memberikan kesan yang menarik. Literatur-literatur tentang kepemimpinan senantiasa memberikan penjelasan bagaimana menjadi pemimpin yang baik, sikap dan gaya yang sesuai dengan situasi kepemimpinan, dan syarat-syarat pemimpin yang baik. Suatu organisasi akan berhasil atau bahkan gagal sebagian besar ditentukan oleh kepemimpinan. Suatu ungkapan yang mulia mengatakan bahwa pemimpinlah yang bertanggungjawab atas kegagalan pelaksanaan suatu pekerjaan. Hal ini menunjukkan bahka suatu ungkapan yang mendudukkan posisi pemimpin dalam suatu organisasi pada posisi yang terpenting. Demikian juga pemimpin dimanapun letaknya akan selalu mempunyai beban untuk mempertanggungjawabkan kepemimpinannya.
Untuk mendownloud naskah selengkapnya silahkan klik link dibawah ini

Kepemimpinan Organisasi Sosial

PENYUSUNAN RENCANA PROGRAM PELAYANAN KESEJAHTERAAN SOSIAL

June 4th, 2008

Posted by admin under sosial
Trackback URI | No Comments »

Perencanaan adalah usaha secara sadar, terorganisir dan terus menerus dilakukan guna memilih alternatif yang terbaik dari sejumlah alternatif yang ada untuk mencapai tujuan tertentu. Perencanaan dapat diartikan sebagai kegiatan ilmiah yang melibatkan pengolahan fakta dan situasi sebagaimana adanya yang ditujukan untuk mencari jalan keluar dan memecahkan masalah.
Perencanaan sosial memiliki kaitan yang erat dengan perencanaan pelayanan kesejahteraan sosial. Dengan demikian, meskipun perencanaan sosial masih sering diartikan secara luas (menyangkut; pendidikan, kesehatan, perumahan, dll). Mengacu kepada pengertian yang dirumuskan PBB tahun 1970, maka bidang kesejahteraan sosial dalam konteks ini merujuk pada suatu rangkaian kegiatan yang terorganisir yang ditujukan untuk memungkinkan individu, kelompok, serta masyarakat dapat memperbaiki keadaan mereka sendiri, menyesuaikan diri dengan kondisi yang ada, serta dapat berpartisipasi dalam tugas-tugas pembangunan (Marjuki dan Suharto, 1996}. Dengan demikian, masih mengacu kepada PBB, perencanaan program pelayanan sosial pada dasarnya menunjuk pada kegiatan-kegiatan pelayanan kesejahteraan sosial yang umumnya mencakup; bimbingan keluarga, pendidikan orang tua, perawatan sehari-hari, kesejahteraan anak, perawatan usia lanjut, rehabilitasi penyandang cacat dan nara pidana, pelayanan bagi pengungsi, kegiatan kelompok remaja, pelayanan kesehatan, kegiatan persekolahan, dan perumahan (Marjuki dan Suharto, 1996).

Penyusunan Perencanaan Program Pelayanan Kesejahteraan Sosial

PERILAKU ORGANISASI DAN KOMUNIKASI

June 4th, 2008

Posted by admin under Uncategorized
Trackback URI | No Comments »

Mengapa komunikasi penting dalam suatu organisasi ? Pertanyaan ini kerap dilontarkan oleh mereka yang concern terhadap kajian fenomena komunkai maupun mereka yang tertarik pada gejala-gejala keorganisasian. Dalam kenyataan masalah komunikasi senantiasa muncul dalam proses pengorganisasian. Komunikasi mempunyai andil membangun iklim organisasi, yang berdampak kepada membangun budaya oranisasi, yaitu nilai dan kepercayaan yang menjadi titik pusat organisasi.
Tujuan komunikasi dalam proses organisasi tidak lain dalam rangka membentuk saling pengertian (mutual undestanding) . Pendek kata agar terjadi penyetaraan dalam kerangka referensi, maupun dalam pegalaman.
Untuk mendownloud naskah selengkapnya dilahkan klik link dibawah ini

Naskah Perilaku Organisasi dan Komunikasi

KERELAWANAN

June 4th, 2008

Posted by admin under sosial
Trackback URI | No Comments »

Agak kesulitan mencari informasi dan literature yang membahas tentang kerelawanan. Kerelawanan muncul dari kegiatan di masyarakat yang tumbuh atas prakarsa dan niat masyarakat, atau tepatnya sebagian masyarakat. Nilai dan norma-norma masyarakat itulah yang memunculkan, mengilhami, dan menggerakkan untuk menjadi relawan dalam kegiatan kemasyarakatan. Karena belum ada peraturan formal yang mengharuskan warga untuk menjadi seorang relawan. Mereka yang menjadi relawan lebih berdasarkan pertimbangan yang muncul dari sanubarinya.
Untuk mendownloud naskah selengkapnya silahkan klik link dibawah ini

Naskah Kerelawanan

PENGEMBANGAN MODEL PELAYANAN KESEJAHTERAAN SOSIAL

June 3rd, 2008

Posted by admin under sosial
Trackback URI | No Comments »

Apabila orang yang sedang mengalami masalah sosial itu tidak dapat mengatasi masalahnya sendiri karena ia tidak mempunyai kemampuan untuk itu, maka diperlukan adanya perhatian dan bantuan dari pihak/orang lain. Bantuan tersebut bisa diberikan oleh keluarganya, tetangganya, lembaga/badan/organisasi sosial, keagamaan, dll.
Seseorang individu, suatu keluarga atau suatu lembaga/badan/organisasi yang memberikan bantuan atau pelayanan dalam bentuk apapun kepada seseorang yang sedang mengalami sesuatu masalah sosial, berarti mereka sedang atau telah melakukan praktek pekerjaan sosial dalam arti yang sederhana dan tardisional maupun yang bersifat kompleks dan profesional.
Pada waktu yang lalu pekerjaan sosial dilakukan atas dasar belas kasihan dan ajaran agama oleh individu dan badan-badan keagamaan, badan sosial, masyarakat maupun pemerintah yang kemudian berkembang menjadi pekerjaan sosial profesional.
Untuk mendownload naskah selengkapnya silahkan klik link dibawah ini
libtik-vii.pdf

ADVOKASI KORBAN KONFLIK SOSIAL

June 3rd, 2008

Posted by admin under sosial
Trackback URI | No Comments »

Indonesia merupakan daerah rawan terhadap berbagai bencana, baik disebabkan oleh alam maupun manusia. Berbagai bencana tersebut antara lain; gempa bumi, tsunami, letusan gunung api, banjir, tanah longsor, kekeringan, kebakaran hutan, kerusuhan/konflik sosial, dll.
Seiring dengan perkembangan kehidupan masyarakat yang demokratis, maka isue Hak Asasi Manusia (HAM) telah menjadi wacana disegala bidang pembangunan, terlebih pembangunan kesejahteraan sosial yang sarat dengan muatan penegakkan HAM. Perlindungan bagi kelompok miskin, rentan atau yang memiliki hambatan fungsi sosial, anak terlantar, korban narkoba, korban konfik sosial dll dalam memenuhi kebutuhan dasar, meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraannya merupakan kerja yang bersentuhan dengan pemihakan dan perwujudan kesadaran secara konseptual HAM secara universal dan menyangkut konvesi Perserikatan Bangsa-Bangsa yang telah diratifikasi.
Untuk mendownload naskah selengkapnya silahkan klik link dibawah ini

Advokasi Korban Konflik Sosial

POLA KERJA TERPADU dan PENTAHAPANNYA

June 3rd, 2008

Posted by admin under Uncategorized
Trackback URI | No Comments »

Pola Kerja Terpadu adalah suatu alat kerja berupa perencanaan yang operasional untuk mewujudkan sasaran yang telah ditetapkan secara bersama antara stakeholders (pihak-pihak yang berkaitan).
Untuk mendownload naskah selengkapnya silahkan klik link dibawah ini

libtik-v.pdf

KEPMENPAN NOMOR KEP/03/M.PAN/I/2004 ANTARA HARAPAN DAN KENYATAAN

June 3rd, 2008

Posted by admin under Uncategorized
Trackback URI | No Comments »

“Aku ingin mencintaimu dengan sederhana dengan kata yang tak sempat diucapkan pekerja sosial kepada Kepmenpan No. 03/M.PAN/1/2004 yang menjadikannya DUPAK, PAK, dan Naik pangkat�.
Menurut Kepmenpan tersebut, banyak penafsiran entah basa-basi, entah motivasi, atau entah filosofi. Seringkali ada yang mengungkapkan; setiap tindakan peksos, ucapan, dan bakan kedip mata seorang pekerja social adalah kredit point atau angka kredit. Nada dasar yang mengantarkan suara moral itu adalah “cinta�. Cinta itu katanya ma’rifat, bukan hasrat, karena cinta itu ruhani bukan materi. Dan cinta itu adalah ketulusan dan kemesraan untuk memandang mekanisme kehidupan dengan penuh kasih saying dan perdamaian, yang menghapuskan bentuk dendam, benci, dan permusuhan.
Karena spirit Kepmenpan itu adalah cinta, maka siapapun yang menyandang pejabat fungsional peksos, berapapun usianya, pangkat dan jabatannya, jenis kelamin ataupun status sosialnya diperkenankan untuk berguru, mendiskusikan, dan mengamalkanya.
Mungkin ada sedikit orang yang berkomentar, katanya peksos belumpantas mendapatkan apresiasi yang pantas, naik jabatan dan pangkat melesat, mendapatkan tunjangan yang besar…Ngak level gitu looh. Kalau ada peksos yang rajin mengumpulkan, surat tugas, bukti fisik, minta pengesahan un tuk angka kredit, rajin belajar….justru dianggap aneh. Begitu juga kalau ada peksos focus pada pekerjaan dan ngurusin angka kredit, pasti banyak orang bingung. Tapi tak apalah karena birokrsi kita masih butuh belajar untuk berubah. Dan pintu perubahan itu, salah satunya akan kita buka dengan mempelajari Kepmenpan.
Dengan keluarnya Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor Kep/03/M.PAN/2004 Tentang Jabatan Fungsional Pekerja Sosial dengan Angka Kreditnya , merupakan acuan bagi kami untuk membedahnya dan sekaligus tentunya memberikan secercah harapan dan angin segar bagi para Pejabat Fungsional Pekerja Sosial . Dengan keluarnya keputusan tersebut , paling tidak telah memberikan suatu pencerahan dan bahkan ekspektasi karena diharapkan mampu memfasilitasi terjadinya berbagai peningkatan dan perubahan baik dalam tataran kesejahteraan maupun keilmuan / profesionalisme bagi pekerja sosial.
Tantangan yang selalu datang bertubi-tubi untuk mendapatkan jawaban bagi pekerja social dengan telah diberlakukannya Keputusan Menpan tersebut utamanya pada unsure dan sub unsure kegiatan pekerja social “Pengembangan Kualitas Pelayanan Kesos� . Pertanyaannya adalah mau dan mampukah pekerja social dan semua pihak yang terlibat mewujudkannya ? Jikalau ada kemauan dan komitmen, kemampuan apakah yang harus dimiliki pekerja social ? Bagaimana memberikan motivasi tersebut ? dan bagaimana mendayagunakan pekerja social yang mempunyai daya dobrak tersebut ?
Kepmenpan itu pintu perubahan
Yakinlah saudara-saudara seperjuangan, bahwa kita semua adalah orang-orang yang terpilih Allah untuk menjadi agen/pelaku perubahan, yang harus memiliki karakter dan potensi untuk menghijrahkan diri kita sendiri, menghijarhkan keluarga , klien, dan masyarakat, dan kalau Tuhan mengizinkan juga menghijrahkan bangsa Indoensia yang tercinta.
Pilihan menjadi pekerja social dan menjadi pekerja pilihan. Kalimat ini mempunyai kedalaman makna yang dapat menjadi dasar penting dalam membangun citra kinerja pekerja social. Tidak sedikit menjadi pekerja social bukan sebagai pilihan terbaik yang mempertimbangkan kompetensi, tetapi sebagaui alasan rasional pribadi untuk menembus hambatan kenaikan golongan alias mentok pangkat. Peksos yang menjadi piliahn dengan modal dasar kerangka pengetahuan dan pengalaman akan mempunyai daya kompetitif untuk membangun citra positif profesinya.
Spirit Kepmenpan pada akhirnya tidak hanya berhenti pada perbincangan seputar ritual-eskalogis yang membicarakan pahala, surga dan akhirat. Namun juga membumi sampai bagaimana Kepmenpan melahirkan semangat kejujuran, etos kerja, etos berkarya, produktivitas kerja. Selamat berjuang saudaraku pekerja social, semoga sukses. Amiiin……